WAW.. Kraton Agung Sejagat Batu Prasasti Dari Majapahid - Harian Kalbar

WAW.. Kraton Agung Sejagat Batu Prasasti Dari Majapahid

HARIANKALBAR – Kraton Agung Sejagat mengklaim sebagai penguasa dunia baru dan penerus titah majapahid. Layaknya sebuah krajaan, kraton sejagat ini juga memiliki Raha dan Ratu beserta para prajuritnya.

Bukan tahta dan singgasana yang diakui oleh masyarakat luas. Setelah viral di Dunia Maya, Kraton Agung Sejagat justru malapetaka yang didapat sehingga harus berurusan dengan penegak hukum dan mendapat pengusiran dari masyarakat setempat.

Ternyat Kraton Agung Sejagat juga memilki prasasti sebuah batu yang didapat dari puncak gunung dan diklaim sebagai peninnggalan Majapahid.

Seperti yang ada di Purworejo yang diliput oleh portal online pilihanrakyat.id Keraton Agung Sejagat cabang Klaten juga punya batu prasasti. Salah seorang pengikut, Sri Agung bercerita batu prasasti yang ada di Klaten diambil dari lereng Gunung Merapi.

Baca  Lailatul Ijtima’ Wadah Silaturahmi dan Sinergitas Jama’ah Dan Jamiyyah

“Batunya diambil dari lereng Gunung Merapi. Tepatnya di daerah Cangkringan, Sleman cuma persisnya desa mana saya tidak tahu sebab tidak ikut,” ujar Sri Agung di rumahnya, Dusun Saren Desa Brajan, Kecamatan Prambanan, Klaten, Sabtu (18/1/2020).

Sri Agung mengaku memegang jabatan Wreda Menteri di keraton yang dipimpin ‘raja’ dan ‘ratunya’ yakni Toto Santoso dan Fanni Aminadia itu. Sehingga rumah Sri Agung juga menjadi pusat kegiatan Keraton Agung Sejagat di Klaten.

Sri mengatakan prasasti di halaman rumahnya itu memiliki nilai yang sama dengan yang ada di Keraton Agung Sejagat di Purworejo. Batu yang diperkirakannya memiliki berat 10 ton itu, kata Sri Agung, diangkut dengan truk pada 2018 lalu.

Baca  Habib Bahar Smith Bikin Para Napi Taubat, Pakai Peci-Bersarung

“Diresmikan tanggal 7 Oktober 2018 dan beliau (Toto) datang ke sini. Prasasti yang memahat suami saya,” tambah Sri Agung.

Dijelaskan Sri Agung, meskipun sama-sama punya prasasti antara keraton di Purworejo dan tempat kegiatan di Klaten berbeda. Yang memahat batu juga beda.

“Jadi walau kami satu lingkup Keraton Agung Sejagat, tapi kami sendiri (beda dengan yang di Purworejo). Koordinator juga sendiri, tetapi kalau ada pertemuan besar atau rapat agung semua kumpul,” imbuhnya.

Adapun batu prasasti yang berada di sisi timur pekarangan depan rumah Sri Agung, yang saat ini sudah ditutup terpal itu terdapat gambar lingkaran dengan ukiran seperti sinar matahari.

Baca  Ini Penyebab Virus Corona Masuk Indonesia

Di bawah simbol lingkaran besar itu terdapat pahatan tulisan ‘trisula’ dengan lingkaran di pucuknya.

Namun di samping batu ada papan dengan tulisan cukup panjang dengan bagian akhirnya tertulis ‘7 Oktober 2018 wuku Bathara’.

Kemudian di sisi utara papandan batu prasasti itu terdapat kolam. Di depan kolam tersebut tertulis kalimat ‘Sendang Panguripaning Jagad’.

Diwawancara terpisah, tetangga Sri Agung yakni Sumar mengatakan tidak tahu ada bangunan apa di dalam pekarangan milik Sri Agung dan Sudiyo itu.

“Kalau sering ada orang kumpul-kumpul, saya tahu. Tapi tidak tahu sedang kegiatan apa,” ungkap Sumar.

(Anwar/PR.ID & Red HK)

Tinggalkan Balasan