Millenial Tangguh di Zaman Rasulullah (Refleksi Ketangguhan Pemuda Sekarang) - Harian Kalbar

Millenial Tangguh di Zaman Rasulullah (Refleksi Ketangguhan Pemuda Sekarang)

Oleh : Syarifuddin

Pemuda adalah pemimpin masa depan, pemuda adalah pewaris peradaban. Menjadi pemuda yang tangguh, bersinergi dan yang terutama berbakti pada agama dan bangsa adalah suatu dambaan bagi mereka yang menginginkan, baik orang tuanya ataupun diri mereka sendiri.

Tak tanggung-tanggung sebegitu penting dan berpengaruhnya peran pemuda, presiden pertama Indonesia hanya minta sepuluh pemuda untuk menggoncong dunia. Tidak hanya itu, Bahkan kalau kita mellek sejarah, sejarah mencatat banyak pemuda yang berpengaruh pada zaman itu. pada peperangan di zaman Rasulullah, banyak pemuda yang ikut andil dan menjadi pemuda yang berpengaruh dalam peperangan.

Usamah bin zaid contohnya termasuk salah satu komandan perang termuda yang pernah memimpin barisan perang yakni pada umur 18 tahun yang didalamnya ada sahabat-sahabat ternama seperti Abu bakar As-Siddiq dan Umar bin Khattab. Ada juga pemuda yang bernama Atab bin Usaid yang diangkat oleh Rasulullah menjadi gubernur Makkah pada usia 18 tahun. Mu’adz bin Amr bin Jamuh pada saat itu berusia 13 tahun, dan Mu’awwidz bin Afra yang berusia 14 tahun, mereka itulah yang membunuh panglima kaum Musryikin Abu Jahal pada saat perang badar.

Baca  Merubah Spirit Beragama Generasi Milineal (Renungan Untuk Kita Semua)

Ada juga pemuda yang tangguh yang yang hidup pada masa kerajaan ustmani dan mampu menaklukan Konstatinoepel pada umur 22 tahun yaitu memed II atau kita lebih mengenal nama viralnya Muhammad Al-Fatih. Tidak hanya itu, di usia mudanya 21 tahun, Muhammad al-fatih sudah mahir di berbagai bidang Bahasa, Bahasa Arab, Turki, Persia, Yunani, Ibrani, Latin.

Ops… di usia muda kita hari ini, apa yang telah kita lakukan dan berikan atau ilmu apa yang telah kita kuasai….? Belum tau ? PR kita semua.

Al-Qur’an juga menggambarkan beberapa pemuda yang tangguh yang di gambarkan langsung dalam surah Al-Kahfi ayat ke 18 yang menceritakan tentang Ashabul Kahfi. Beberapa kelompok pemuda yang taat kepada Allah yang menyelamatkan diri mereka dari kaum yang ingkar terhadap Allah SWT. Dan Allah selamatkan mereka dengan menidurkan mereka selama 309 tahun, Hingga tiba penguasa yang beriman. Sakin pentingnya peran pemuda, Allah juga memberikan kisah-kisah buat kita semua dengan melihat sejarah para Nabi dan Rasul di waktu masa mudanya, seperti Nabi Yusuf yang menjadi pejuang kebenaran semenjak masih mudanya.

Baca  Timnas Senior Kalah Memalukan Lawan Tim Promosi Liga 1

Lalu bagaimana dengan pemuda hari ini yang hidup di era revolusi industri 4.0 yang semua kebutuhannya sangat mudah di dapat. Tak tanggung-tanggung di era ini, sesuatu yang dulu dikerjakan butuh beberapa hari bahkan berminggu-minggu, kini di zaman ini bisa dilakukan dengan sekejab mata.

Lalu apakah kualiatas dan integritas pemudanya bisa sama? Atau malah di era ini makin melembekkan generasi millenial. karena terlalu di manja dengan gajet setiap hari, bahkan setiap detik tidak bisa move on dari layer tiktoknya, instragram, whatsapp, facebook, tweeter dst, baik itu di rumah, sekolah, lingkungan keluarga, bahkan ketika ingin sholat masih di livestremingkan sakin melekatnya gajet di tangan millenial hari ini.

Baca  Manchester United Bokek.? Takkan Belanja Lagi

Nottingham Trent University melakukan studi dan menyatakan, setiap orang rata-rata memeriksa ponsel mereka 85 kali dalam sehari dan menghabiskan waktu 5 jam perhari untuk bersemayam di dunia maya. Apakah kamu termasuk diantaranya?
Islam mengajarkan begitu pentingnya memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, jangan biarkan hidup kita berlalu sia-sia tanpa ada manfaatnya. Imam syafi’i pernah berkata “time is like sword if you don’t cut it, it will cuts you” (waktu bagaikan pedang jika kamu tak memotongnya, maka kamu yang akan terpotong).

Semoga dengan adanya kisah-kisah diatas, kita semua bisa mengambil pelajaran dan dapat kita tiru ketangguhan dan kesuksesan para pemuda pada masa itu…

 

Tinggalkan Balasan