Kasus Pemerkosaan Ayah Tiri - Tiduri Dua Putrinya Semenjak Jadi Dukun - Harian Kalbar

Kasus Pemerkosaan Ayah Tiri – Tiduri Dua Putrinya Semenjak Jadi Dukun

HARIANKALBARCimahi Bunga dan Melatiharus menuruti nafsu ayah tirinya. Perlakuan tidak senonoh ini semenjak ayah tirinya berprofesi sebagai dukun.

Hampir semua kasus pemerkosaan terhadap anaknya sendiri, korban di bawah umur. Termasuk Bunga 20 tahun dan Melati 19 tahun.

Supriyadi alias Eyang Anom (50 tahun) ini melampiaskan nafsu bejatnya kepada dua putri tirinya disaat istrinya tidak ada dirumah.

Perlakuan ayah tirinya ini dilakukan semenjak tahun 2015. Kasus ini baru terungkap 2020.

Lebih tepatnya perlakuan tidak senonoh ini dilakukan oleh eyang semenjak Bunga umur 14 tahun atau ketika sekolah SD. Hasil dari perbuatannya ini, bunga sudah memiliki anak umur 4 tahun.

Baca  Suarez Pindah ke Atletico Gara-gara Messi

Begitupun terhadap adiknya bunga, saat ini Melati (19) sudah menginjak sekolah SMP.

Perbuatan Kakek renta ini baru terungkap setelah, Melati menceritakan kepada ibunya. Sebagaimana yang dirilis oleh Mapolres Cimahi, Selasa (25/2/2020).

Kasus pemerkosaan terhadap dua anak tirinya. Pelaku dikenal sebagai dukun. Pengakuan pelaku yang bernama Supriyadi alias Eyang Anom (50 tahun). Aksi pencabulan dilakukan semenjak anak tirinya masih sekolah SD dari tahun 2015 hingga kasus ini terungkap.

“Saya cuman meraba-raba, namun lama-kelamaan saya meniduri kedua korban” pengakuan pelaku.

“Setiap melakukan, saya ancam”. Terangnya.

Atas perbuatan tidak senonoh ini, Kakek tua renta ini harus diam dijeruji besi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Baca  Jelang Pelantikan, PCNU Jakpus Sowan PBNU

 

Istri Keempat Bunuh Suaminya Yang Ketujuh

HARIANKALBARPADANG Sudah tujuh kali menikah. Dan suaminya yang sudah beristri keempat kalinya. Rumah tangga ini harus berakhir tragis.

Akibat cemburu buta, Miyem (62 tahun) nama samaran. Tega membunuh suaminya berinisial MD (58 tahun).

. Pembunuhan ini terjadi di Kota Batuan Jorong Lubuk Alung Nagari Bawah, Kabupaten Agam Sumatera Barat. Jumat (21/02/2020)

Pelaku kesehariannya sudah tinggal satu rumah dirumah korban semenjak keduanya menikah siri 8 bulan yang lalu.

Kehidupan rumah tangganya mulai retak setelah dianggap ada pihak ketiga sehingga berujung maut. Walaupun sebelum menikah, keduanaya berstatus Janda dan Duda.

Baca  Dibacok Gara-gara Kentut, Pasutri Alami Luka Parah

Miyem membunuh MD karena rasa cemburu, “suami suka terhadap perempuan lain” ungkap pelaku.

Aiptu Sapta Beni, Humas Polres Agam mengatakan “korban dan pelaku berstatus suami istri” Sabtu (21/02/2020).

Korban membunuh karena cemburu. Benar keduanya sebelum menikah siri berstatus Duda dan Janda.

Pelaku yang merupakan istri korban, sudah merupakan istri yang keempat kalinya. Sedangkan korban, sudah tujuh kali menikah. Dan korban merupakan suami yang ketujuh.

Akibat perbuatannya ini, pelaku dijerat kasus pembunuhan dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun maksimal.

Tinggalkan Balasan