Bang Midji : Pulang, Pergi Pulang Wajib Isolasi 28 Hari - Harian Kalbar

Bang Midji : Pulang, Pergi Pulang Wajib Isolasi 28 Hari

Pontianak, Harian Kalbar || Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji SH akan memberlakukan karantina dan menetapkan sebagai ODP (Orang Dalam Pantauan) COVID-19 bagi yang baru datang ke Kalimantan Barat.

“Kita akan segera melakukan pengetatan semua org yg masuk ke Kalbar dari manapun lewat udara, darat dan laut.” Ungkap Sutarmidji melalui akun resmi Facebooknya

Kebijakan ini dilakukan oleh Sutarmidji, untuk memutud mata rantai penyebaran Virus Corona (COVID-19). Sutarmidji juga akan menyediakan Isolasi khusus bagi para pendatang ke Kalimantan Barat, dengan cara dua pilihan.

Baca  Miris, Ibu Rumah Tangga di Pontianak Jadi Bandar Narkoba

“Mereka yg datang akan di jadikan ODP. Pilihan 2, mau isolasi mandiri atau isolasi ditempat yg sdh disiapkan. Alamat akan kita catat sesuai eKTP dan kita minta Rt, RW, Kadusun, Kades, Lurah, Camat ikut ngawasi dia selama isolasi,”

Gubernur Kalbar tidak melarang perjalanan kesejumlah daerah di Indonesia. tetapi setiap pendatang, akan di isolasi selama 28 hari.

“Warga Kalbar yg mau ke luar Kalbar tak dilarang tapi pulang di isolasi ditempat yg ditetapkan pemerintah selama 28 hari. Mulai senin, 13 April 2020.” Ungkap Sutarmidji

Baca  Diperkirakan Ratusan Rumah Terdampak Puting Beliung Pontianak

Sejumlah netizen turut bertanya kepada gubernur Sutarmidji melalui komentar-komentar terkait kebijakannya terkait Virus Corona (COVID-19).

Keterangan Sutarmidji “Bandara memang sdh kita perketat sejak 2 bulan lalu, tapi kebanyakan org kalbar yg bolak balik ke Jkt bahkan msh ada yg enak enakan jln jln ke kuar negeri, skrg akan kita perketat, silakan anda tak peduli dgn himbauan pemerintah utk di rumah aja, tapi pulang dari luar kalbar anda akan diisolasi 28 hari klu perlu 1 bulan ditempat yg disediakan pemerintah.”

Baca  Setubuhi Anak Gadis 13 Tahun, Pria di Bengkayang di Polisikan

Selain kebijakan pembatasan bepergian dan isolasi bagi pendatang, Sutarmidji juga akan melakukan Ravid Test bagi masyarakat Kalbar.

“Saya akan minta Dinas Kesehatan Provinsi untuk menyediakan Nomor Telpon Khusus dan Tempat untuk masyarakat yg ingin minta di Ravid test. Karena Ravid testnya masih terbatas sementara akan diutamakan mereka yg usia 60 ke atas yg a penyakit bawaan . Jika kita sudah bisa beli bnyk maka akan kita layani lbh banyak.” Terang Bang Midji

Tinggalkan Balasan