Bupati Muda Minta Penjahit Lokal Produksi Masker Kain Cegah COVID-19 - Harian Kalbar

Bupati Muda Minta Penjahit Lokal Produksi Masker Kain Cegah COVID-19

Kubu Raya, Harian Kalbar || Ditengah pandemi COVID-19, banyak masyarakat kesulitan mendapatkan masker yang merupakan pelindung untuk mencegah menulanya Virus Corona. Walaupun hal demikian dibagikan secara percuma oleh kelompok dan institusi sosial maupun pemerintah. Masker tak kunjung mencukupi kebutuhan saat ini.

Inisiatif Kabupaten Kubu Raya ini menjadi salah satu gambaran bagi khalayak umum. Bagi-bagi masker tidak lepas dengan cara memproduksi sendiri. Selain mencukupi kebutuhan masyarakat luas juga membantu perekonomian masyarakat sekitar.

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menjelaskan bahwa para penjahit lokal yang tergabung dalam koperasi konveksi terus digenjot untuk memproduksi Masker kain.

Baca  Angota Dewan KKR Periode Pertama, Rahman Hamsy Meninggal Dunia

“Saat ini pemerintah daerah sekedar menampung masker produksi dari koperasi konveksi lokal”

Tidak hanya itu saja, masker buatan mandiri dari penjahit lokal juga ditampung untuk memenuhi kebutuhan masker saat ini.

“Jadi tidak hanya hasil masker dari para penjahit yang tergabungn di koperasi konveksi saja, namun hasil masker dari  penjahit-penjahit mandiri juga kita akomodir”.

Himbauan Bupati Kubu Raya, apabila ada penjahit lokal di tiap desa juga disarankan untuk membuat masker kain.

“Dan kami sarankan di setiap desa jika di tempatnya ada penjahit bisa segera membikin masker. Ada yang bisa jahit maka bikinlah,” ungkap Muda sebagaimana yang diliput oleh Pontianak Post

Baca  Elpiji Langka, Bang Midji Minta Walkot-Bupati Tutup Distributor Nakal

Pada saat ini, kabupaten Kubu Raya sedang menerima empat ribu helai masker kain dari buatan kelompok penjahit mandiri Al Khairah, Senin (13/04/2020).

Adapun ribuan masker yang diterima oleh Pemda Kubu Raya tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat umum yang membutuhkan.

Bupati Muda menilai partisipasi pihak koperasi konveksi dan para penjahit lokal untuk memproduksi masker menjadi salah satu gerakan menghindari depresi. Yakni mencegah depresi melalui pembagian masker kain cuma-cuma dari hasil karya warga Kubu Raya sendiri.

Baca  Ada Apa KR, Wakil Bupati Sujiwo SE Dikabarkan Mengundurkan Diri

“Bagi semua pihak jangan terlalu memperdebatkan soal masker higienis atau tidak. Jangan sampai terlalu berlebihan. Kita memang tidak mungkin bisa sempurna dalam kondisi seperti ini. Ini kondisi abnormal. Justru harus mencari solusi yang cerdas dan inovatif,” tegasnya.

Sulitnya masker bagi masyarakat luas saat ini, membuat panik terutama untuk mencegah Virus Corona (COVID-19). Apalagi sudah banyak, masker higienis dijual belikan dengan harga tinggi.

“Jadi jangan bikin kepanikan warga. Hanya karena soal masker saja sudah bikin stres dan depresi. Padahal, masker bisa dibuat sendiri.” Tegas Bupati Muda Mahendrawan

Tinggalkan Balasan