Jokowi Larang Warga Mudik Lebaran 2020 - Harian Kalbar

Jokowi Larang Warga Mudik Lebaran 2020

Jakarta, Harian Kalbar || Mudik lebaran resmi dilarang oleh pemerintah. Presiden Joko Widodo memutuskan kebijakan ini demi memutus mata rantai penyebaran Virus Corona (COVID-19).

Dengan kebijakan ini, harapan pemerintah agar COVID-19 agar tidak semakin meluas. Saat ini, data dari pemerintah sudah ada tujuh ribu lebih yang positif Virus Corona (COVID-19). Selain secara global sudah hampir mencapai tiga juta jiwa.

Darurat COVID-19 telah menyebabkan semua kalangan harus tetap didalam rumah dan tidak keluar jika tidak terlalu penting.

Larangan mudik 2020 ini akan diterapkan oleh pemerintah kesemua akses bepergian. Atas kebijakan ini, akses perjalanan akan ditutup.

Baca  Walikota Jakpus: Guru Kuat Indonesia Hebat

“Hari ini saya ingin menyampaikan bahwa mudik disemua akses akan kita larang,” terang Jokowi saat di Istana Merdeka, Selasa (12/04/2020).

Dalam rapat terbatas melalui Video Conference ini, Presiden Jokowi menyampaiakan, bahwa larangan mudik bagi semua pihak. Sebelumnya pemerintah hanya melarang bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun TNI dan Polri.

Data pemerintah melalui kementerian Perhubungan bahwa larangan mudik sebelumya tersebut masih banyak ASN yang tetap bersikeras mudik. Data tersebut, memperkirakan jumlah pemudik akan banyak yang saat ini masih bersikeras untuk tetap mudik.

Baca  Innalilahi, Alfa Isnaeni Kasatkornas Banser Tutup Usia

“Ada sekitar 68% tidak mudik, dan yang ada sekitar 24% bersikeras ingin tetap mudik dan 7% lainnya sudah mudik. Artinya ada sekitar 24% yang saat ini tetap bersikeras, angka ini sangat besar.”

Besarnya jumlah pemudik di Indonesia akan berpotensi tersebarnya Covid-19. Apalagi sebagian besar yang terjangkit Virus Corona (COVID-19) memiliki riwayat perjalanan dari daerah dan luar negara.

Jumlah pemudik di Indonesia jumlah sangat besar, puncaknya ketika hari raya Idhul Fitri. Pada tahun 2019, jumlah pemudik mencapai 18.3 juta orang.

Baca  Commeback Fantastis - Inter Milan Hancurkan AC Milan

Sebagai data dari KIC (Katadata Insight Center) pada tahun 2020 jumlah pemudik berpotensi mencapai 3 juta pemudik walaupun kondisi pandemi Virus Corona (COVID-19). Hal ini  berkaitan dengan data Pada tahun 2019, jumlah pemudik di Indonesia mencapai 18,3 juta orang. Jumlah ini terus meningkat di setiap tahunnya.

Besarnya jumlah pemudik yang diperkirakan ini, akan berpotensi semakin meluasnya Virus Corona (Covid-19) kesejumlah wilayah. Atas dasar itu, memutus mata rantai Virus Corona dengan melakukan kebijakan larangan untuk mudik dianggap penting.

 

Tinggalkan Balasan