Bersenggama, Mandi Wajib Setelah Subuh. Bagaimana Hukumnya.!? - Harian Kalbar

Bersenggama, Mandi Wajib Setelah Subuh. Bagaimana Hukumnya.!?

Sahabat Harian Kalbar yang budiman. Salah satu yang menjadi perhatian dalam berpuasa adalah menjaga dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Menjaga sahnya Puasa tentu menjadi keharusan bagi setiap muslim. Lalu bagaimana bagi seorang Suami-istri atau seseorang yang bermimpi junub yang belum sempat mandi besar atau hadats.

Pertanyaan ini seringkali terlintas dalam pikiran seorang mukmin. Apalagi ketika hadats besar atau mandi wajib dilakukan setalah subuh atau memasuki waktu puasa. Apakah hal tersebut dapat membatalkan puasa ataukah tidak.

Salah satu kasus dalam rumah tangga.  dikisah seorang Suami-istri terlibat pertengkaran kecil di dalam rumah tangganya. “Mengapa tidak mampu menahan diri untuk tidak bersenggama selama satu bulan puasa, agar tidak membuat puasanya menjadi ragu karena tidak sempat untuk melakukan hadats besar. Bukankah puasa harus menahan nafsu, maka juga harus menahan diri untuk tidak meminta,” terang istri

Kata suami, cukup berhadatslah tidak harus menunda untuk tidak memberi. Jawab istri, sangat mudah bagi seorang lelaki untuk meminta tetapi melakukan hadats besar tidak cukup dengan sekali dayung (siram).

Baca  4 Kesalahan Blunder Stafsus Presiden Berujung Trending Topik

Bersiramlah walau sudah melewati waktu imsak, terang suami. Jawaban Istri, janganlah membuat hukum sendiri karena keinginan untuk bersenggama. Saya lebih hawatir puasa saya batal.

Jika malu untuk mandi besar, mandilah ketika dirumah orang-orang sudah berangkat ke masjid, Tidak apa-apa. Terang Suami lagi kepada istrinya.

“Oh, tidak Begitu. Ini puasa,” jawab istri dengan wajah cemberut seraya pergi ke kamar mandi pada saat sedang sahur. Suara air yang disiramnya terdengar begitu keras.

Perdebatan panjang itu terus terjadi antar suami dan istri tersebut. Sepenggal kisah ini merupakan gambaran dari kasus tentang pertanyaan bagaiman hukum puasa ketika hadats besar sudah melewati Waktu imsyak atau waktu subuh.

Para ulama sepakat dengan dalil hukum yang di riwayat kan oleh Ummul Mukminin. Dalil pokok masalah ini adalah hadis dari Aisyah dan Ummu Salamah radhiallahu ‘anhuma; mereka menceritakan,

كَانَ يُدْرِكُهُ الْفَجْرُ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ أَهْلِهِ ، ثُمَّ يَغْتَسِلُ وَيَصُومُ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki waktu subuh, sementara beliau sedang junub karena berhubungan dengan istrinya. Kemudian, beliau mandi dan berpuasa.” (HR. Bukhari 1926 dan Turmudzi 779).

Baca  Gubernur Kalbar: Kembali dari Serawak, 30 Hari Karantina

At-Tumudzi setelah menyebutkan hadis ini, beliau mengatakan,

وَالعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَكْثَرِ أَهْلِ العِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَغَيْرِهِمْ، وَهُوَ قَوْلُ سُفْيَانَ، وَالشَّافِعِيِّ، وَأَحْمَدَ، وَإِسْحَاقَ

Inilah yang dipahami oleh mayoritas ulama di kalangan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan yang lainnya. Dan ini merupakan pendapat Sufyan At-Tsauri, As-Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq bin Rahuyah. (Sunan At-Turmudzi, 3/140).

Bolehkah Sahur dalam Kondisi Junub? Jawaban ini dijelaskan secara rinci oleh konsultasisariah.com

Ketika ada orang junub bangun tidur di penghujung malam, dia berada dalam keadaan harus memilih antara mandi dan sahur, apa yang harus didahulukan?

Dari penjelasan di atas, kita punya kesimpulan bahwa mandi junub tidak harus dilakukan sebelum subuh. Orang boleh mandi junub setelah subuh, dan puasanya tetap sah. Sementara sahur, batas terakhirnya adalah subuh. Seseorang tidak boleh sahur setelah masuk waktu subuh. Dengan menimbang hal ini, seseorang memungkinkan untuk menunda mandi dan tidak mungkin menunda sahur. Karena itu, yang mungkin dia lakukan adalah mendahulukan sahur dan menunda mandi.

Baca  Ketua GP Ansor : Bubarkan Stafsus Milenial, Kurang Berfaedah

Hanya saja, sebelum makan sahur, dianjurkan agar berwudhu terlebih dahulu. Sebagaimana keterangan dari Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan,

كان رسول الله صلى الله عليه و سلم إذا كان جنبا فأراد أن يأكل أو ينام توضأ وضوءه للصلاة

“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berada dalam kondisi junub, kemudian beliau ingin makan atau tidur, beliau berwudhu sebagaimana wudhu ketika hendak shalat.” (H.r. Muslim, 305).

Jika Hendak Shalat Subuh, Mandi Dulu

Perhatikan, jangan sampai kondisi junub ketika puasa membuat anda meninggalkan shalat subuh, disebabkan malas mandi. Karena meninggalkan shalat adalah dosa yang sangat besar. Sebelum shalat, mandi dulu, karena ini syarat sah shalat.

Allah berfirman,

وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا

“Jika kalian dalam keadaan junub, bersucilah..” (QS. Al-Maidah: 6)

Demikian, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan