Mendes: BLT Dana Desa Tidak Boleh Bentuk Sembako Harus Tunai 600 Ribu - Harian Kalbar

Mendes: BLT Dana Desa Tidak Boleh Bentuk Sembako Harus Tunai 600 Ribu

Mentri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar (Foto: Istimiwa)

Jakarta, Harian Kalbar | Pemerintah melalui kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Adbul Halim Iskandar menyampaikan, bahwa Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa tidak boleh diberikan dalam bentuk sembako.

Abdul Halim Iskandar menegaskan bahwa BLT harus diberikan secara tunai kepada masyarakat yang tidak mampu.

“Tidak ada BLT dalam bentuk sembako, dilapangan ada permintaan sedemikian, saya sampaikan tidak bisa,” tegas Gus Mentri (sapaan akrabnya) ketika konferensi Pers, senin (27/04/2020).

Baca  Kasus Baru, 6 Orang Positif Corona di Kalbar

Seluruh uang BLT oleh pemerintah desa mampun daerah harus diberikan secara tunai. Adapun tatacara penyaluran BLT, bisa melalui di transfer atau diberikan secara langsung.

Dalam keterangannya, Abdul Halim Iskandar menyampaikan bahwa jumlah bantuan langsung tunai senilai Rp. 600rb setiap bulan selama tiga bulan kedepan.

Jadi total keseluruhan yang diberikan kepada masyarakat yang berhak menerima bantuan langsung tunai, jumlah keseluruhan Rp 1,8 juta.

Baca  Istri Antar Suami Menikah Lagi Surga Baginya - Berikut Profilnya

Andul Halim mengingatkan agar kepala daerah tidak mempersulit penyaluran BLT Dana Desa.

“Saya mengajak kepada seluruh Bupati dan Walikota agar memberikan kemudahan kepada Desa di dalam penyaluran BLT,”

Bantuan Langsung Tunai Dana Desa dipangkas dari ADD Desa, hal ini atas respon pemerintah terhadap kemanusiaan disaat Pandemi COVID-19 secara global. Sehingga dengan hal tersebut, masyarakat dapat tidak terbebani dengan keterbatasan ekonomi.

Baca  4 Kesalahan Blunder Stafsus Presiden Berujung Trending Topik

“Ini urusan kemanasiaan, saya harap Pemerintah khususnya Bupati dan Walikota tidak mempersulit urusan kemanusiaan.” Tegas Halim Iskandar

Tinggalkan Balasan