Minyak Telon Nyonya Meneer PT BEM, di Pertanyakan Konsumen - Harian Kalbar

Minyak Telon Nyonya Meneer PT BEM, di Pertanyakan Konsumen

Jakarta, Harian Kalbar | Minyak Telon Nyonya Meneer yang di Produksi Oleh PT Bhumi Empon Mustika (BEM) telah Beredar dipasaran.

PT BEM memproduksi minyak telon yang merupakan produk legenda Nyonya Meneer menuai kritik. Produk Baru ini dipertanyakan dan diragukan keasliannya. Terutama bentuk packaging dan gambar yang baru.  Produk  minyak telon PT BEM menggunakan Logo dan tulisan Nyonya Meneer.

Sebagaimana yang dikatakan oleh salah satu konsumen berinisial TR yang tidak mau disebutkan namanya “saya bingung dengan produk minyak telon,” Minggu (03/05/2020).

Baca  Aduh... Pemerintah Masih Butuh Utang Rp 900 Triliun

Dalam keterangannya ,TR membeli produk  disalah satu supermarket akan tetapi setelah dicoba terdapat perbedaan dengan produk sebelumnya.

“Susah mendiskripnya, yang jelas aroma dan kehangatanya beda,” terangnya

Pangakuan TR, turut di apresiasi oleh Rolas Simanjuntak yang merupakan Anggota Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN).

Menurut Simanjuntak, dirinya mengapresiasi terhadap para konsumen yang menyatakan produk tersebut.

Baca  Heboh Penemuan Mayat Laki-laki di Punggur Kecil

“Saya turut apresiasi terhadap konsumen dalam mengatakan produk yang dibelinya.” Tegasnya

Sebagai informasi, Produk Nyonya Meneer pada saat ini dalam Proses Persidangan.a hingga saat ini mepailitan Nyonya Meneer masih berlangsung dan belum Keluar putusan yang Final dan mengikat.

Legenda produk nyonya meneer tersebut, dalam sangketa yang diklaim oleh PT BEM dengan menjual salah satu produknya dipasaran dan mengklaim kepemilikan Produk Nyonya Meneer.

Baca  BreakingNews : Penemuan Mayat di Sungai Ambawang

Aliansi Mahasiswa Anti Kartel ( AMAK) pun ikut Gusar atas beredarnya dan keluarnya Ijin BPOM untuk PT BEM.

“BPOM sebagai Badan yang ditugaskan oleh negara untuk meberikan pengawan dan perijinan, Justru malah mendukung klaim Sepihak PT BEM dengan bukti mengeluarkan ijin Edar” tutup Daeng Asran, Selaku Kordinator AMA

Tinggalkan Balasan