Setiap Desa Mempunyai BLT, Berikut Sarat Penerima BLT Dana Desa - Harian Kalbar

Setiap Desa Mempunyai BLT, Berikut Sarat Penerima BLT Dana Desa

Harian Kalbar | Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa diberikan oleh pemerintah melalui tim gugus COVID-19 di Desa sebagai upaya dari pemerintah untuk menangkal dampak ekonomi.

BLT Dana Desa tersebut diberikan setiap bulannya dengan nilai Rp. 600ribu, selama tiga bulan. Jadi total keseluruhan yakni Rp. 1,8 juta.

Keterangan dari Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, ada dual kriteria yang harus dipenuhi oleh masyarakat Desa untuk menerima BLT (Bantuan Langsung Tunai) Dana Desa.

Pertama, masyarakat berhak menerima bantuan BLT (Bantuan Langsung Tunai) Dana Desa apabila terdampak secara ekonomi yang diakibatkan oleh pamdemi COVID-19.

Baca  Daftar RS Rujukan Virus Corona, Termasuk di Kalbar

Keluarga tersebut yang kemudian kehilangan mata pencahariannya, atau buruh harian seperti kuli bangunan walaupun tidak memiliki KTP tetapi terdata oleh desa maka tetap menerima BLT (Bantuan Langsung Tunai).

“Intinya yang kehilangan mata pencaharian, maka berhak menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT),” terang Abdul Halim Iskandar yang diliput dari laman resminya.

Kedua, Bantua Langsung Tunai (BLT) Dana Desa hanya diberikan kepada masyarakat yang tidak terdaftar atau menerima bantuan program pemerintah lainnya seperti Bantuan Program Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH) dan tidak terdaftar di Pra Kerja.

“Berhak menerima BLT, misalnya sudah jelas-jelas kehilangan mata pencaharian. Seperti sopir tidak bisa kerja karena PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar) dan tidak memiliki tabungan. Tukang batu, kuli bangunan tidak dapat bekerja. Maka dalam kondisi demikian, semua berhak mendapatkan BLT Dana Desa,” terang Abdul Halim Iskandar

Baca  Ketum PBNU, Gubernur DKI Jakarta, Sekda, dan Walikota Hadiri Pelantikan PCNU Jakpus

BLT (Bantuan Langsung Tunai) merupakan program pemerintah yang diambil dari dana desa. Kebijakan ini sepenuhnya dilaksanakan oleh pemerintah desa setempat.

Pemerintah hanya meng-alokasikan anggaran kepada pemerintahan desa, dengan cakupan dana yang diturunkan melalui ADD (Anggaran Dana Desa).

Total dana desa yang dialihkan menjadi Bantuan Langsung Tunai (BLT) mencapai Rp.24,47 triliun. Total tersebut merupakan 30 perses dari anggaran dana desa dalam APBN 2020. Bantuan Langsung Tunai (BLT) tersebut diberikan kepada 12,48 juta keluarga miskin.

Baca  Walikota Jakpus: Guru Kuat Indonesia Hebat

Adapun skema pembagian BLT Dana Desa yang dialokasikan kepada anggara tersebut yakni :

Pertama : Setiap Desa yang menerima anggaran ADD sebesar Rp. 800juta, maka alokasi maksimal BLT yang disalurkan sebesar 25 persen.

Kedua : Desa yang mendapatkan ADD (Anggaran Dana Desa) sebsar Rp.800 sampai 1,2 miliar, maka dana desa yang bisa dialokasikan kepada BLT maksimal 30 persen.

Ketiga : ADD (Anggaran Dana Desa) 1,2 meliar atau lebih yang diterima oleh Desa, maka anggaran BLT Dana Desa yang dialokasikan maksimal 35 persen.

Tinggalkan Balasan