Biadab! Petugas Perlindungan Anak Perkosa Korban Pemerkosaan - Harian Kalbar

Biadab! Petugas Perlindungan Anak Perkosa Korban Pemerkosaan

Harian Kalbar | Lampung Timur, Pemerkosaan Kepala UPT Perlindungan Perempuan kepada remaja yang masih status pelajar. Korban merupakan korban pemerkosaan sebelumnya oleh pamannya sendiri yang kemudian di jadi korban pemerkosaan oleh oknum pejabat daerah.

Pemerkosaan kepada gadis dibawah umur di Lampung Timur ternyata dilakukan oleh oknom Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) yang menjabat sebagai kepala.

Bunga nama samaran dari gadis (14 tahun berinisial N, remaja putri ini tidak hanya diperkosa tetapi juga diperjualbelikan oleh kepala UPT P2TP2A Lampung Timur.

Baca  Rusak Dimakan Rayap, Rumah Nenek Mariam di Perbaiki Kodim Malinau

Kasus ini mulai terungkap setelah Bunga didampingi anggota keluarganya melaporkan kepala UPT P2TP2A kepada ke Polda Lampung Timur.

Bunga pada mulanya datang ke UPT P2TP2A setelah menjadi korban pencabulan oleh pamannya sendiri. Bagi bunga, berada di lembaga pemerintah yang menaungi perlindungan perempuan merupakan tempat terbaik untuk menindaklanjuti kasus yang menimpa dirinya.

Bunga yang menjadi Korban cabul oleh pamannya, justru kembali jadi korban cabul oleh oknom yang bertugas untuk perlindungan perempuan.

Baca  Wah... Atalanta Yakin Kalahkan PSG di Liga Champions

Tidak hanya jadi korban cabul, dia ditempat perlindungan perempuan justru Bunga juga di perjual belikan kepada hidung belang.

Karena perbuatan tidak senonoh ini, Bunga melaporkan Kepala UPT P2TP2A berinisial DA dengan tuduhan telah menperkosa bunga.

Laporan ini dibenarkan oleh Kombes Zahwani Pandra Arsyad, Kabid Humas Polda Lampung.

“Iya betul, jadi laporan sudah kita terima pada hari Kamis tanggal 2 Juli 2020,” ungkapnya, Senin (06/07/2020).

Laporan ini Kasus pemerkosaan langsung didampingi oleh orang tua korban.

Baca  Lailatul Ijtima’ Wadah Silaturahmi dan Sinergitas Jama’ah Dan Jamiyyah

“Jadi korban adalah korban dimana dia mengalami pencabulan sebelumnya oleh pamannya sendiri,” terang Pandra.

Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan memeriksa beberapa saksi. Selain itu, komisioner perlindungan anak (KPA) turut serta mendampingi kasus ini.

“Kota tentu kaget ya, ini kepala UPT P2TP2A Lampung Timur kalau memang benar melakukan itu berarti pertanahan anak roboh. Itu (UPT P2TP2A) ring satunya perlindungan anak.” Terang Jasra Putra komisioner KPAI.

Tinggalkan Balasan