Vaksin Sinovac untuk COVID-19 RI Ternyata dari China - Harian Kalbar

Vaksin Sinovac untuk COVID-19 RI Ternyata dari China

Harian Kalbar | Indonesia dalam menangani kesembuhan pasien COVID-19 ternyata menggunakan vaksin yang berasal dari China.

Honesti Basyr Direktur PT Bio Farma mengatakan, memberikan alasan terkait kegunaan vaksin tersebut dan mengapa Indonesia menggunakan lebih memilih vaksin dari China Sinovac.

Vaksin Sinovac merupakan produk China yang di produksi oleh pemerintah Indonesia dalam mengobati pasien COVID-19.

Menurut Honesti Basyr, Vaksin Sinovac dipilih karena pengembangan dari efek obat ini sangat cepat.

Baca  Yang Mau Daftar PRAKERJA, Hari ini Terakhir Gelombang 7, Buruan.!

Menurut Honesti, semua vaksin COVID-19 yang ada saat ini masih dalam tahap dikembangkan di seluruh dunia akan melalui tahapan uji preklinis, uji klinis fase 1, fase 2 dan fase 3 sebelum mendapatkan izin edar dari regulator masing-masing negara.

Saat ini rata-rata perusahaan produsen vaksin di seluruh dunia baru mencapai tahap uji preklinis atau uji klinis satu, sedangkan Sinovac menurut Honesti sudah menyelesaikan uji klinis fase.

Baca  CATAT.! Anggaran Pendidikan Kab Kubu Raya Rp 135 Miliar

Dalam keterangannya, Honesti mengatakan bahwa uji klinik fase 1 Vaksin Sinovac di China memberikan aman untuk aspek safety. Selain itu, uji klinis fase 2, Vaksin Sinovac memberikan reaksi dengan hasil imunogenisitas atau khasiatnya baik.

“Saat ini, uji klinis fase 3 untuk membuktikan khasiat dari Sinovac sedang dilaksanakan di beberapa Negara, seperti Brazil, Chile, Bangladesh, Turkey dan Indonesia yang termasuk dalam prioritas kerjasama dalam pengembangan,” ungkap Honesti

Baca  Aduh... Pemerintah Masih Butuh Utang Rp 900 Triliun

Dalam keterangannya, disampaikan juga bawa saat ini Bio Farma sudah menerima 2.4000 sampel Vaksin dari Sinovac China.

Untuk uji klinis akan dimulai pada bulan Agustus, pihaknya melakukan kerjasama dengan Balitbang Kementerian Kesehatan dan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.

“Selama proses uji klinis akan diawasi langsung oleh Badan BPOM secara ketat.” Tutupnya

Tinggalkan Balasan