NU-Muhammadiyah Mundur dari Program Kemendikbud, Ada Penumpang Gelap - Harian Kalbar

NU-Muhammadiyah Mundur dari Program Kemendikbud, Ada Penumpang Gelap

Harian Kalbar | NU dan Muhammadiyah sepakat keluar dari program Kemendikbud, Program Organisasi Penggerak Kemendikbud (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjadi pertanyaan besar terkait mundurnya dua organisasi tersebut.

Pembagian Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU ) dan PP Muhammadiyah Manarik mundur terkait dukungan progam Kemendikbud terbaru ini. Padahal program tersebut merupakan program pendidikan nasional yang di canangkan oleh Kemendikbud.

Pandangan dua organisasi besar dengan jumlah pendidikan yang di naunginya menyeluruh di Indonesia tersebut, memandang bahwa seleksi dari program ini tidak jelas. Pasalnya terdapat beberapa organisasi yang tidak berkompeten yang lolos dan terlihat yakni dari usulan program seperti karya tulis ilmiah.

Baca  1.385 Kasus Baru, Total 52.812 Positif Virus Corona di Indonesia

Yang menjadi pertanyaan selama ini, yakni kenapa Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbut) Nadiem Makarim mengajak beberapa organisasi yang di dunia pendidikan untuk menjalankan program tersebut. Bukankah yang lebih paham seperti NU dan Muhammadiyah.

Nadiem selaku sebagai Mentri dianggap tidak mengetahui seluk beluk dunia pendidikan di Indonesia, masa lalu pendidikan, khususnya peran NU dan Muhammadiyah dalam memberantas masyarakat buta huruf di Indonesia semenjak sebelum kemerdekaan.

Baca  Kapal Kargo yang Tenggelam Ternyata Barang Bukti

Ubaid Matraji Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Indonesia (JPPI) mengatakan bahwa Nadiem Karene faktor ketidaktahuan.

“Ini mungkin ketidaktahuan Mendikbud, ketika dulu awal dilantik ini memang mas Mentri pernah bilang aku gak tau masa lalu, tapi kira-kira tau masa depan, ya ini membuktikan” ungkap kepada Jawa Pos, Kamis (23/07/2020)

“Ya ini membuktikan kebenaran hal itu,orang bicara pendidikan itu sebelum Indonesia merdeka, siapa pendidik bangsa ini, kalau bicara ormas ya NU dan Muhammadiyah, mereka punya pendidikan dan pesantren, sudah menjalankan pendidikan sebelum kemerdekaan,”

Menurut Ubaid, kekecewaan NU dan Muhammadiyah dengan cara mundur dari program ini menjadi pukulan berat bagi Mendikbud dalam menjalankan program pendidikan.

Baca  Siswi Dianiaya Tiga Temannya - Main Pukul Saja

Menurut kedua organisasi besar ini, program pendidikan yang dicanangkan oleh NU bagus dalam pengembangan pendidikan di Indonesia, namun karena adanya organisasi yang asal pilih oleh Kemendikbud, mereka memutuskan mundur.

“Mereka dikecewakan dengan program organisasi penggerak ini, jadi ada masalah besar tentunya, yang jelas program ini bermasalah. Publik mempertanyakan soal kenapa ada lembaga-lembaga CSR dapat dana gajah yang terlibat dalam program ini,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan