Aduh... Pemerintah Masih Butuh Utang Rp 900 Triliun - Harian Kalbar

Aduh… Pemerintah Masih Butuh Utang Rp 900 Triliun

Harian Kalbar, Jakarta | Pandemi (Virus Corona) COVID-19 saat ini membuat ekonomi Indonesia terpukul, untuk menjaga ekonomi Indonesia yang telah mengalami pembengkakan defisit, pemerintah menyebutkan bahwa masih membutuhkan anggaran sekitar Rp 900 Triliun.

Anggaran ini untuk pembiayaan defisit anggaran yang saat ini di alami oleh Indonesia, Indonesia mengalami pembengkakan defisit anggaran.

Karena itulah, dibutuhkan tambahan Pembiyaan dari berbagai sumber untuk mengatasi resiko pembengkakan. Yang dibutuhkan termasuk utang. Dari mana saja sumbernya utang tersebut.?.

Baca  Ahmad Yurianto Resmi Tinggalkan Posisi Jubir Pemerintah untuk COVID-19

Luky Alfirman direktur Jenderal Pengelolaan Pembiyaan dan Resiko Kementerian Keuangan mengatakan, bahwa untuk menambal defisit tersebut, pemerintah akan menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) sejumlah Rp 900,4 Triliun.

“Bagaimana memenuhi kebutuhan di sisa semester II tahun ini.? Pertama kita lihat saja, setelah menerbitkan kurang lebih Rp 630 triliun, jadi sisa semester II masih haru Rp 900,4 Triliun,” ungkapnya dalam diskusi online sebagaimana yang dikutip dari detik. (24/07/202).

Menurut Lucky, bahwa penerbitan SBN itu salah satu yang harus dilakukan dengan skema private placement yang akan dibeli Bank Indonesia (BI)

Baca  Maulid Tradisional Dirangkai Sunat Massal oleh Kapal Kemanusiaan AMCF

Hal itu, pemerintah telah melakukan tanda tangan Surat Keputusan Bersama (SKB) bersama BI (Bank Indonesia). Dalam kesepakatan ini disampaikan bahwa BI akan membantu pembiayaan BI yang dimaksud dengan Burden Sharing. BI akan menanggung 100% bunga yang digunakan untuk kebutuhan Publik Goods yang tercatat mencapa Rp 397,6 triliun.

Terkait penerbitan SBN oleh pemerintah, BI membeli secara bertahap, tidak secara langsung. Hal ini sesuai dengan kebutuhan pembiayaan negara. Ia tidak menyebutkan beberapa jumlah biaya yang akan di keluarkan dalam penerbitan tahan awal.

Baca  AC Milan Pecundangi Juve 4-2, Gol Ibrahimovic Awali Kemenangan

“Khusus melalui private placement tidak melalui proses lelang biasa atau makanisme market. Jadi nanti makanisme yakni pemerintah ada kebutuhannya. Jadi Rp 397 triliun itu gak sekaligus tapi sesuaikan dengan kebutuhan. Nanti BI akan membeli SBN pemerintah sesuai dengan kebutuhan.” Terangnya.

Tinggalkan Balasan