Modus Pacaran, Mucikari di Pontianak Jual Korban - Polisi Tangkap Saat... - Harian Kalbar

Modus Pacaran, Mucikari di Pontianak Jual Korban – Polisi Tangkap Saat…

Harian Kalbar | Berawal dengan cara pendekatan asmara untuk menggaet korban, Mucikari kemudian menjual para gadis kepada lelaki hidung belang.

Pelaku sindikat prostitusi online di Pontianak, Kalimantan Barar di tangkap oleh Polresta Pontianak, mucikari tersebut melakukan transaksi jual beli yang melibatkan anak-anak di bawah umur.

Dalam perkara ini, diberitakan oleh polisi telah menangkap empat orang tersangka yang merupakan komplotan mucikari dan satu orang lagi merupakan pengguna jasanya.

Selain mengamankan empat orang yang dijadikan tersangka, polisi juga mengamankan dua orang anak-anak sebagai korban atau saksi yang masih dalam penanganan.

Baca  Jokowi Harap Timnas U-20 Tampil Maksimal dan Lolos Fase Grup Piala Dunia U-20

Dari pengakuan pelaku yang merupakan mucikari untuk menjual korban melalui aplikasi MiChat.

“Mereka merupakan sindikat, modusnya dengan cara berpacaran. Lalu mereka menjual kepada pria hidung belang,” terang Kombes Pol Komarudin, Kapolresta Pontianak. Jumat (24/07/2020) sore.

Proses transaksi yang dilakukan oleh mereka menggunakan aplikasi online untuk mencari konsumennya.

Kemudian komplotan mucikari tersebut menyewa kamar hotel untuk dijadikan tempat lokasi aktivitas sosial.

Setelah mendapatkan konsumen, para predator tersebut memberikan petunjuk kepada lelaki hidung belang, lokasi dan kamar yang sudah di pesan.

Baca  Bukan Ditilang, Gadis ini Malah Disetubuhi Oknum Polisi

“Dari hasil pemeriksaan sementara, terungkap mereka menjual korban seharga Rp. 300.000 hingga Rp. 1 juta,” ungkap Komaruddin

Kasus ini mulai terungkap setelah salah satu dari dua anak yang di jajakan oleh mucikari dilaporkan oleh orang tuanya kepada polisi.

Orang tua korban Marasa gelisah dan heran, karena anak gadisnya jarang pulang pada waktu malam.

“Dari laporan inilah kita dalami, kita coba intai melalui aplikasi online, dan akhirnya ketemu.” terang Kombes Komarudin

Dari penyelidikan ini, kemudian polisi berhasil menangkap lima orang tersangka yang merupakan komplotan mucikari dan satu orang lagi pengguna jasa.

Baca  Gadis 13 Tahun Korban Pemekosaan Pelaku Paman Sendiri

Dari penangkapan ini, polisi menjerat pelaku dengan pasal berlapis. Pelaku yang meniduri korban di bawah umur di ancam dengan hukuman minimal 15 tahun dan denda 15 miliar, pasal 81 ayat 2 undang-undang perlindungan anak.

Lanjut Pol Komarudin, pelaku yang melakukan tindakan ekploitasi seksual menjajakan, menawarkan kami jerat pasal 88 Undang-undang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 10 tahun dan denda 200 juta.

Tinggalkan Balasan