Lagi-lagi Kubu Raya Tambah Kasus Positif Virus Corona - Harian Kalbar

Lagi-lagi Kubu Raya Tambah Kasus Positif Virus Corona

Harian Kalbar | Lagi-lagi Kubu Raya Tambah Kasus Positif Virus Corona ditengah New Normal atau Pola Hidup Baru.

Kabupaten Kubu Raya kembali tambah kasus baru Positif Virus Corona, jumlah tiga kasus baru berasal dari daerah dengan jumlah penduduk hampir 500rb jiwa tersebut.

Jumlah kasus baru ini disampaikan oleh Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji. Ia menyebutkan, tiga kasus kasus baru terkonfirmasi COVID-19, dari Kabupaten Kubu Raya. Jumat (31/07/2020)

Ada kelalaian dari pemerintah setempat dalam penanganan COVID-19, sebab beberapa pekan ini tambahan kasus baru berasal dari daerah ini.

Baca  Gubernur : Kasus Baru Corona dari Kubu Raya & Pontianak

“Hari ini ada tiga kasus tambahan di Kubu Raya. Kubu Raya ini Bupatinya yang enggak perhatian rakyatnya, kasian itu gak ada beli rapid test gak mau swab. Jadi kasian orang Kubu Raya,” ungkap Gubernur Kalbar.

Kalbar sempat tercatat 0 kasus dan selesai dalam penanganan COVID-19. Sempat tercatat sebagai wilayah dengan tingkat penanganan khususnya kesembuhan pasien di Kalbar yang bebas dari COVID-19.

Jumlah kasus baru di Kalbar, sebelumnya ada 6 orang berasal dari klaster yang sama. Istri, sopir dan rekan kerja terjangkit Virus Corona dari klaster yang bekerja di Kabupaten Kubu Raya dan tinggal di Pontianak.

Baca  Miris.. Pembagian BLT di Kubu Raya, Warga Berdesak-desakan di Tengah Pandemi COVID-19

Setelah beberapa hari dalam waktu satu pekan, 16 kasus baru dari daerah ini. Pekerja Bangunan Bumi Raya Mall di Kabupaten Kubu Raya terkonfirmasi positif Virus Corona.

Kurang perhatian dari Pemkab, membuat kabupaten Kubu Raya terus bertambah kasus baru. Jika hal ini terus terjadi, menurut mantan wali kota Pontianak tersebut, kabupaten Kubu Raya akan menjadi zona merah.

“Kubu Raya tu bisa-bisa masuk zona merah, kubu raya itu bisa-bisa masuk zona merah,” ungkap bang Midji.

Baca  Ada Apa KR, Wakil Bupati Sujiwo SE Dikabarkan Mengundurkan Diri

Sudah seharusnya setiap wilayah baik pemerintah kabupaten atau kota untuk memperhatikan kondisi ini, terlebih khusus demi kesehatan masyarakat.

Gubernur Kalbar membandingkan Kubu Raya dengan kota Pontianak yang memiliki banyak jumlah penduduk dan padat, yang telah melakukan beberapa kali rapid test dan juga swab test.

“Alhamdulillah meskipun penduduknya ramai, tapi kasusnya terbatas. Kamaren 22 kasus itu dari Kubu Raya walaupun dari luar,” terang Bang Midji

Tinggalkan Balasan