Sudah 4 Hari Banjir di Melawi, 10 Kecamatan Terendam Banjir - Harian Kalbar

Sudah 4 Hari Banjir di Melawi, 10 Kecamatan Terendam Banjir

Harian Kalbar, Melawi | Banjir di Kabupaten Melawi belum juga surut. Banjir ini terjadi semenjak hari Minggu (13/09) hingga saat ini. Menurut laporan BPBD (Bada Penanggulangan Bencana Daerah) Melawi melaporkan bahwa dalam sepekan terakhir banjir juga terjadi pada hari Minggu (6/9) dan Jumat (11/9).

Banjir tersebut telah mengakibatkan lebih 720 jiwa terdampak oleh banjir dan saat ini sedang mengungsi di 10 titik pengungsian di Kabupaten Melawi Kalimantan Barat.

Berdasarkan data yang di terima melalui Pusdalops BNPB, banjir di Kabupaten Melawi pada hari Selasa (16/9) pukul 15.15 WIB. Bencana banjir ini meluas hingga mencapai 10 kecamatan.

Baca  Lailatul Ijtima’ Wadah Silaturahmi dan Sinergitas Jama’ah Dan Jamiyyah

Adapun 10 kecamatan yang terdampak Banjir di Kabupaten Melawi yakni Kecamatan Sayan, Kecamatan Pinoh Selatan, Kecamatan Nanga Pinoh, Kecamatan Sokan, Kecamatan Pinoh Utara, Kecamatan Pinoh Barat, Kecamatan Belimbing Hulu, Kecamatan Ella Hilir, Kecamatan Menukung dan Kecamatan Tamah Pinoh.

Akibat dari bencana banjir tersebut, dilaporkan juga bawa ada sekitar 22.072 keluarga yang terdiri dari 88.288 jiwa yang terdampak oleh Banjir.

Baca  Bawa Penumpang Positif Corona, Citilink & Sriwijaya Dilarang Terbang Ke Pontianak

Selain itu, sebagaimana keterangan dari Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan “terdapat 20.460 rumah dan 196 yg unit fasilitas umum yang terdampak oleh banjir,” Rabu (16/09/2020).

Sementara itu, menurut keterangan melalui prakiraan cuaca Dasarian II dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) menyampaikan bahwa potensi hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi masih akan terjadi Kabupaten Melawi Kalimantan Barat.

Baca  3 Mamah Goyang Tiktok Suramadu Sudah Minta Maaf

Menyikapi prediksi cuaca yang akan terjadi di Kabupaten Melawi tersebut Raditya Jati memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tetap siaga.

“Menyikapi potensi yang masih tinggi, BNPB mengimbau kepada masyarakat agar waspada potensi hujan yang disertai petir/kilat dan siap siaga mengantisipasi dampak fenomena alam lainnya. Seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang.” Ungkap Raditya Jati.

Tinggalkan Balasan