Syekh Ali Jaber Lebih Nyaman di Kawal Banser - Harian Kalbar

Syekh Ali Jaber Lebih Nyaman di Kawal Banser

Harian Kalbar | Syekh Ali Jaber diserang oleh orang tidak dikenal pada saat sedang mengisi Tausiyah Pelantikan Hafidzul Qur’an di Bandar Lampung, Minggu 13/9). Kejadian tersebut menuai kecaman dari berbagai masyarakat dan meminta aparat untuk memberikan hukum jera kepada pelaku.

Saat kejadian tersebut, Syekh Ali Jaber diserang dengan sebilah pisau yang mengenai bahu tangannya. Sebagaimana video yang beredar di media sosial. Saat kejadian tersebut, Syekh Ali Jaber tidak ada pengawalan di sisinya.

Menurut keterangan Syekh Ali Jaber, bahwa dirinya sempat mengangkat tangan ke dekat leher. Tusukan yang ia terima saat itu sangat kuat dan keras. Dirinya sendiri lah yang mencabut patahan pisau yang lagi menempel. Kendati demikian, Syekh Ali Jaber bersyukur bahwa tusukan itu tidak mengenai lehernya, melainkan hanya terkena ditangannya.

Baca  Biadab! Petugas Perlindungan Anak Perkosa Korban Pemerkosaan

“Alhamdulillah, di tangan bukan di leher, sampai patah pisaunya, saya sendiri yang lepaskan pisaunya dan sudah patah di dalam saya keluarkan,” ungkap Syekh Ali Jaber

Atas kejadian ini, begitu pentingnya pengawalan terhadap ulama. Termasuk ketika ulama lainnya saat memberikan tausiyah. Dari kejadian, kepada Syekh Ali Jaber banyak yang menawarkan pengawalan terhadap dirinya. Hal ini disampaikan kepada Gus Mifta.

Baca  Sejarah Hari Ini, Peristiwa Mandor

Menurut Gus Mifta, bahwa Syekh Ali Jaber mengaku sangat nyaman jika Banser yang mengawal ketika mengunjungi suatu daerah untuk memberikan tausiyah. Kabar ini didapat dari percakapan Gus Miftah dan Gus Hamid yang tersebar di media sosial.

Menurut Gus Miftah, Syekh Ali Jaber akan mengunjungi Malang. Sudah banyak yang menawarkan pengawalan kepadanya. Kepada Gus Miftah, bahwa dirinya mengaku lebih nyaman jika di kawal Banser.

Baca  Chelsea vs Tottenham: Pembuktian Olivier Giroud dan Alonso

“Besok Syekh Ali Jaber akan ke Jember dan ke Malang, banyak yang nawarin pengawalan tapi beliau bilang sama saya lebih nyaman kalau Banser yang ngawal, Jember kontak sinten gus Banser e..?” Tulis pesan yang tersebar. Selasa (16/09)

Terkait pelaku penusukan Syekh Ali Jaber, informasi terbaru dari kepolisian, hasil pemeriksaan sementara pelaku tidak mengalami gangguan jiwa. Pelaku terancam di hukum mati atas tindakannya.

 

Tinggalkan Balasan