Harian Kalbar

Berita Harian Kalbar Terbaru dan Terpercaya di Kalimantan Barat

Beranda Banjir Rob Semarang: Pelabuhan Tanjung Emas Tenggelam

Banjir Rob Semarang: Pelabuhan Tanjung Emas Tenggelam

39 min read

HARIAN KALBAR – Banjir Rob akibat naiknya permukaan air laut, menyebabkan kawasan yang ada Pelabuhan Tanjung Emas dan sekitarnya tenggelam oleh genangan air dan aktivitas pelabuhan lumpuh total.

Winarsono Sekretaris BPBD Kota Semarang mengatakan bahwa banjir terjadi sejak jam 14.00 hingga 16.00 WIB,  luapan air laut yang masuk ke permukaan tidak bisa dibendung,

“Sekitar jam 14.00 sampai jam 16.00 WIB banjir itu terjadi. Akibatnya, wilayah yang berada di kawasan Lamicitra dan Pelabuhan Utama Tanjung Emas Kota Semarang lumpuh total. Selain itu telah terjadi bendungan atau tanggul jebol,” Senin (23/5/2022) sore.

BACA  Jokowi Stop Ekspor Batu Bara, Jepang dan Korsel Meradang

Tanggul jebol atau bendungan tersebut merupakan penahan air laut agar tidak naik ke permukaan.  “karena tanggul jebol, luapan air laut menyebabkan banjir  di sekitar pelabuhan,” ungkapnya.

Penyebab tanggul penahan air jebol yakni karena air pasang saat ini sangat besar dan tanggul untuk penahan air mampu membendungnya.

Dengan jebolnya tanggul atau penahan air laut, seluruh aktifitas pekerja yang di lokasi kejadian di pulangkan dari instansi atau perusahaan. Hal ini di lakukan untuk mengantisipasi dari dampak banjir air laut atau banjir rob.

“Setidaknya terdapat delapan titik lokasi banjir rob dengan ketinggian air hingga mencapai 1,5 meter,” Ungkap Winarsono.

BACA  Gara-gara Suami Selingkuh, Istri Ngamuk Robohkan Rumah dengan Buldoser di Ponorogo

“untuk banjir rob saat ini, air tertinggi hingga mencapai 1,5 meter di kawasan Lamicitra Semarang,” katanya.

Adapun delapan titik lokasi Banjir Rob Semarang, didepan Polsek KPTE, depan pos 1 (gate 1), Perkapalan Kodja Bahari, Jalan Deli, dermaga Nusantara, sepanjang Jalan Coaster, terminal Pelabuhan Tanjung Emas dan area PT Dok.

Sampai berita ini di publikasikan, sejumlah personel BPBD Kota Semarang di terjunkan dan terus melakukan evakuasi kepada para pekerja dan pegawai kantor yang berada di kawasan tersebut.