Harian Kalbar

Berita Harian Kalbar Terbaru dan Terpercaya di Kalimantan Barat

Beranda Kasus SARA di Pontianak Merusak Citra Keberagaman

Kasus SARA di Pontianak Merusak Citra Keberagaman

66 min read

Harian Kalbar – Kasus ujaran kebencian atas ras, suku dan antar golongan (SARA) kembali mencuat di publik katulistiwa.

IKAMA (Ikatan Keluarga Madura) Kalimantan Barat, layangkan laporan kepada Kapolda untuk menangkap salah satu akun Facebook yang telah menyebar kebencian kepada satu suku bangsa di Pontianak. Sudah sampai satu Minggu kasus sara masih belum ada titik temu. Hari ini 16 Desember 2021 IKAMA datangi Kapolda Kalbar.

Salah satu perwakilan IKAMA M Sholeh HB sebagai pelapor “pihaknya datang ke Kapolda untuk mempertegas agar kasus ini harus diusut dan jangan sampai didiamkan”.

“Saat ini pelaku dengan ujaran kebencian terhadap sara, masih menghirup udara bebas”.

“Jangan sampai karena pelaku termasuk orang penting, KAPOLDA tidak menghiraukan kasus ini” tegas M Sholeh

Keberagaman di Pontianak menjadi acuan penting dalam kesatuan dan ke-Binnnikaan Masyarakat Kalbar. Nilai satu suku bangsa termaktup dalam persatuan. Kasus Karina Debora telah mencoreng keberagaman dan kesatuan di Pontianak. Dimana masyarakat terdiri dari banyak suku bangsa yang saling asih dan saling membangun keberagamaan dan kebersamaan.

BACA  Kasus Korupsi BPN Kalbar, Dua Mantan Pejabat DIvonis 4 Tahun Penjara

Apabila kasus Karina Debora lalai di tindak lanjut, akan semakin banyak oknum yang akan memanfaatkan Sosmed sebagai target untuk merusak keberagaman. Tentunya tindakan ini mengancam kesatuan dan persatuan satu suku bangsa.

Menurut Kapolda melalui Direktorat Kriminal Khusus, Kasus ini telah masuk ke Bareskrim Polri. Kasus ini tetap jalan. Dan ditingkatkan kasusnya.

Pihak IKAMA Langsung bertemu kasubdit 5 Dirkrimsus Kapolda. Kasus ini lanjut ke mabes polri.

Hari ini jam 13.00 WIB, Rombongan IKAMA datangin Kapolda Kapolda. Diterima langsung bagian Dirkrimsus Kapolda. Sekitar 20 Orang perwakilan IKAMA (Ikatan Keluarga Madura). Turut serta Ketua Ikama Bapak Sunandar dan Pihak Pelapor perwakilan IKAMA, M Sholeh HB.

Kasus Karina Debora telah bikin gaduh dan merusak kerukunan satu suku bangsa dengen menjelekkan etnis Madura di Pontianak.
Kasus ini bermula, FB dengan nama Karina Debora, pada tanggal 10 Desember 2021.

 

Dugaan Tindak Pidana Penyebaran Ujaran Kebencian terhadap Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan.
Dalam postingannya, Karina menyebarkan kebencian dan mengatakan bahwa etnis tersebut dianggap tidak baik dan mencemarkan keburukan.

BACA  Jokowi Stop Ekspor Batu Bara, Jepang dan Korsel Meradang

Laporan Pengaduan Masyarakat tertuang di Kapolda Kalbar. Nomer : Lapmas/30/XII/2021/Ditreskrimsus .
Laporan ini dilakukan oleh pihak pelapor untuk menjaga Marwah persatuan dan kesatuan dan etnis Madura.

“Kami tidak main-main dengan kasus ini, akan kita kawal sampai kasus ini tuntas” ungkap M Sholeh Hb

“Kita sebagai orang Madura dan ketua tim, sekaligus pelapor akan terus mengupayakan kasus ini, pelaku tidak akan kami diamkan dan harus diproses secara hukum. Jangan sampai Marwah orang Madura di Pontianak dirusak hanya oleh satu oknum saja”.

Menurut keterangan polisi, akun yang digunakan oleh pelaku bukan akun Facebook sebenarnya. Akun tersebut dibuat dengan sedemikan rupa agar tidak terlacak. Menurut keterangannya, kasus ini telah ditingkatkan sampai mabes polri.

Maka dari itu pihaknya menaikkan kasus ini sampai SP5 tingkat penyelidikan khusus di mabes polri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *